Laboratorium di rumah Ir. Edhi Sandra, MS. Kepala unit kultur jaringan Fakultas Kehutanan IPB Bogor ini tak secanggih diperusahaan besar. Diperusahaan modern kultur jaringan dilakukan di ruang steril. Pelakunya memakai pakaian khusus. Suhu ruang inkubasi tempat penyimpanan kultur-pun stabil, 20 derajat celcius, lantaran ber-AC.
Ditempat Edhi, ruang inkubasi dekat dengan dapur, terbuka, dan tak berpendingin ditambah lagi dengan media yang dibuat dari bahan-bahan organik seperti air kelapa muda, pisang ambon, taoge, buncis dan sebagainya. Hal yang dilakukan Edhi mematahkan mitos teknik kultur jaringan berbiaya mahal dan sulit. Dengan cara organik ini biaya produksi hanya Rp.400/tanaman sementara dengan MS dan bahan-bahan murni Rp.1.000/tanaman. Ada lagi rahasia lain dari keberhasilan Edhi itu adalah; memperhatikan sterilisasi eksplan, botol, media, serta faktor kerapatan penutup botol.
Menurut Edhi selapis penutup plastik transparan dan 2 karet gelang saja tak cukup kuat menahan gempuran bakteri dari luar, musababnya saat suhu ruangan meningkat/panas, karet gelang akan memuai sehingga ikatan menjadi kendur, saat itulah bakteri dengan mudah menyusup kedalam botol eksplan. Agar itu tak terjadi dan untuk menghindari eksplan terkontaminasi, Edhi menggunakan 5 lapis plastik transparan dan 50 karet gelang, hasilnya kini tak satupun botol eksplan ada yang terkontaminasi, meski kucing kesayangan Edhi kerap beristirahat diantara botol-botol berisi eksplan. Menurut Edhi lagi mengkultur nephentes, aglaonema, philodendron dapat dilakukan dengan metode ini.
Berikut bahan-bahan media organik kuljar yang digunakan Edhi :
1. Siapkan bahan berupa 500 ml air dalam gelas piala, air kelapa muda, 2 gr pupuk seimbang (Hyponex, Gandasil D, atau vitabloom D), 20 gr gula pasir, dan satu bungkus agar 7-8 gr.
2. Masukkan pupuk, gula, dan agar kedalam gelas piala berisi air 500 ml satu persatu lalu aduk hingga rata.
3. Tambahkan air kelapa hingga campuran mencapai 1 liter.
4. Masak media hingga mendidih.
5. Tuangkan media kedalam botol-botol kultur. Botol kecil sebanyak 10 ml; botol selai, 20 ml; dan botol saus, 35 ml.
6. Tutup botol berisi media dengan plastic dan karet.
7. Masukkan botol berisi media ke dalam autoklaf hingga suhu 121 derajat Celcius dan tekanan 1,5 atm selama 25 menit. Matikan kompor dan tunggu hingga kembali ke tekanan dan suhu nol.
8. Keluarkan botol lalu simpan ditempat sejuk sampai siap untuk penanaman eksplan.
Catatan :
1. Untuk membuat media akar dan tunas, ganti bahan-bahan di No.1 dengan 500 ml air dalam gelas piala, 150 ml air kelapa muda, 2 gr pupuk seimbang (Hyponex, Gandasil D, atau Vitabloom D), 20 gr gula pasir, satu bungkus agar, 7-8 gr. Dan 500 gr taoge, buncis, kentang atau ubi.
2. Blender taoge lalu saring dengan kain dan ambil airnya untuk media yang bertujuan menumbuhkan akar. Sedangkan untuk menumbuhkan tunas, ganti taoge dengan buncis, kentang atau ubi.
Ditempat Edhi, ruang inkubasi dekat dengan dapur, terbuka, dan tak berpendingin ditambah lagi dengan media yang dibuat dari bahan-bahan organik seperti air kelapa muda, pisang ambon, taoge, buncis dan sebagainya. Hal yang dilakukan Edhi mematahkan mitos teknik kultur jaringan berbiaya mahal dan sulit. Dengan cara organik ini biaya produksi hanya Rp.400/tanaman sementara dengan MS dan bahan-bahan murni Rp.1.000/tanaman. Ada lagi rahasia lain dari keberhasilan Edhi itu adalah; memperhatikan sterilisasi eksplan, botol, media, serta faktor kerapatan penutup botol.
Menurut Edhi selapis penutup plastik transparan dan 2 karet gelang saja tak cukup kuat menahan gempuran bakteri dari luar, musababnya saat suhu ruangan meningkat/panas, karet gelang akan memuai sehingga ikatan menjadi kendur, saat itulah bakteri dengan mudah menyusup kedalam botol eksplan. Agar itu tak terjadi dan untuk menghindari eksplan terkontaminasi, Edhi menggunakan 5 lapis plastik transparan dan 50 karet gelang, hasilnya kini tak satupun botol eksplan ada yang terkontaminasi, meski kucing kesayangan Edhi kerap beristirahat diantara botol-botol berisi eksplan. Menurut Edhi lagi mengkultur nephentes, aglaonema, philodendron dapat dilakukan dengan metode ini.
Berikut bahan-bahan media organik kuljar yang digunakan Edhi :
1. Siapkan bahan berupa 500 ml air dalam gelas piala, air kelapa muda, 2 gr pupuk seimbang (Hyponex, Gandasil D, atau vitabloom D), 20 gr gula pasir, dan satu bungkus agar 7-8 gr.
2. Masukkan pupuk, gula, dan agar kedalam gelas piala berisi air 500 ml satu persatu lalu aduk hingga rata.
3. Tambahkan air kelapa hingga campuran mencapai 1 liter.
4. Masak media hingga mendidih.
5. Tuangkan media kedalam botol-botol kultur. Botol kecil sebanyak 10 ml; botol selai, 20 ml; dan botol saus, 35 ml.
6. Tutup botol berisi media dengan plastic dan karet.
7. Masukkan botol berisi media ke dalam autoklaf hingga suhu 121 derajat Celcius dan tekanan 1,5 atm selama 25 menit. Matikan kompor dan tunggu hingga kembali ke tekanan dan suhu nol.
8. Keluarkan botol lalu simpan ditempat sejuk sampai siap untuk penanaman eksplan.
Catatan :
1. Untuk membuat media akar dan tunas, ganti bahan-bahan di No.1 dengan 500 ml air dalam gelas piala, 150 ml air kelapa muda, 2 gr pupuk seimbang (Hyponex, Gandasil D, atau Vitabloom D), 20 gr gula pasir, satu bungkus agar, 7-8 gr. Dan 500 gr taoge, buncis, kentang atau ubi.
2. Blender taoge lalu saring dengan kain dan ambil airnya untuk media yang bertujuan menumbuhkan akar. Sedangkan untuk menumbuhkan tunas, ganti taoge dengan buncis, kentang atau ubi.
Luarbiasa praktis & brilyan....jazakallahu.
BalasHapusLuarbiasa praktis & brilyan....jazakallahu.
BalasHapusMedianya apakah bisa ditambah antibiotik anti bakteri dan anti fungi pak
BalasHapus